Skip to main content

Too many burdens

Di tengah sunyi, lelahku berlapis,
Sejak tubuhku merintih, sembuh dari luka,
Operasi merenggut sisa tenagaku,  
Kekasih berpulang, dunia hampa tiba-tiba.

COVID datang, menghantam tanpa belas,  
Mengurungku dalam jarak, tanpa genggam yang hangat,  
Putus dari kekasih juga sahabat yang pernah jadi sandaran,  
Kehilangan berlipat, luka tak terbendung lagi.

Ibuku jatuh dalam derita,  
Stroke mengikat tanganku pada tanggung jawab yang tak terelakkan,  
Dan di sekelilingku, bisik-bisik jahat menyusup,  
Menghujam hati yang sudah terlalu penuh dengan beban.

Keuangan merapuh, harapan terkikis,  
Dan di kampung ini, aku terperangkap,  
Sendiri dalam sunyi, terisolasi dalam lelah yang tak kunjung usai,  
Mencari jeda, mencari udara, dalam kebosanan yang menghimpit jiwa.

Namun di dalam remuk redam ini,  
Aku tetap berdiri, meski nyaris roboh,  
Menunggu mentari baru menyapa,  
Walau malam panjang masih setia menyelimuti.

--------

In the midst of silence, my weariness grows,  
Since my body ached, healing from wounds,  
The surgery drained the last of my strength,  
My love passed away, and suddenly the world felt empty.

COVID came, hitting without mercy,  
Locking me away, no warm hands to hold,  
Breaking up with a lover also a best friend who was once my anchor,  
Loss piled upon loss, wounds too deep to bear.

My mother fell into her own pain,  
Stroke binding my hands to responsibilities I can't escape,  
And around me, whispers of cruelty crept,  
Piercing a heart already weighed down by too many burdens.

Finances crumbling, hope slipping away,  
And in this village, I feel trapped,  
Alone in silence, isolated in endless exhaustion,  
Searching for a pause, for breath, amidst the crushing boredom.

Yet in this shattered, weary soul,  
I still stand, though nearly falling,  
Waiting for a new sun to rise,  
Though the long night still blankets me tight.

By. Nurish Hardefty 


Comments

Popular posts from this blog

Struggle In The Dark (Novel)

Hanya Tersedia di wattpad sampai chapter ke 13/ 14. 

"Pajak Tinggi, Tapi Rakyat Indonesia Masih Menderita: Mengapa Indonesia Tidak Sejahtera Seperti Negara Lain?"

Pajak Tinggi, Tapi Rakyat Menderita: Mengapa Indonesia Tidak Sejahtera Seperti Negara Lain? Indonesia adalah negara dengan sistem perpajakan yang cukup ketat . Dari pajak penghasilan, PPN, pajak kendaraan, hingga PBB, rakyat dibebankan berbagai jenis pajak untuk mengisi kas negara . Sayangnya, meskipun pajak terus meningkat, layanan yang diterima rakyat tidak sebanding. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Norwegia, Swedia, atau Jerman , yang juga memiliki pajak tinggi, rakyat mereka justru menikmati pendidikan gratis, layanan kesehatan berkualitas, dan jaminan sosial yang kuat. Lalu, mengapa di Indonesia pajak tinggi tetapi kesejahteraan rakyat masih jauh tertinggal? --- 1. Pajak Tinggi di Indonesia, Tapi Ke Mana Uangnya? Di banyak negara maju, pajak yang tinggi digunakan untuk membiayai layanan publik. Namun, di Indonesia, meskipun rakyat membayar banyak pajak, mereka masih harus membayar sendiri pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya. Beberapa fakta ...

She's like a flowers (Poems)

She was born like a flower       Beautiful when it blooms with a distinctive fragrance on the face       All eyes on her       Interested and want to have it       Thousands of hands approaching       Just poke       Just looking       And not infrequently those who are desperate to pick it       She is beautiful and smells good       Very valuable to have She's like a flowers        Lavender       Rose       Lily       The sun and wind fall in love with them       Then the rain doesn't want to lose       He drops water as a sacrifice for his love.       Flowers must grow       Beautiful and fragrant       A man's hand is approaching       pluck it       Take it home   ...