Skip to main content

12 September

In Silence, I Whisper

Today, 12 September has come again, my love,  
A time we once eagerly awaited,  
Where laughter and joy followed,  
Each breath we shared in togetherness.

But now, you're far away,  
In a place my embrace can't reach,  
Yet your memory lives on here,  
Clinging tightly to every beat of my heart.

No candles to light tonight,  
Only a prayer held close in my hands,  
Sending love to the distant skies above.

Though you're no longer by my side,  
I feel you in every breeze that blows,  
In the glow of stars shining tonight,  
You're forever alive on my heart, never truly gone.

Happy birthday, my eternal love,  
Though time and space have set us apart,  
I will always celebrate your days,
In every moment, in every prayer.

---
To you in Heaven, happy birthday Zoltan๐ŸŽ‚๐ŸŽˆ 
I miss you, and love you.๐Ÿ’œ๐Ÿค❤️

By. Nurish Hardefty 



Comments

Popular posts from this blog

Siapa Negara Penghasil Nikel Terbesar ?

Negara-negara dengan sumber daya alam (SDA) nikel paling banyak di dunia bisa dilihat dari cadangan nikel terbukti dan juga produksi tahunan nikel. Berikut adalah daftar negara dengan cadangan nikel terbanyak (data per 2024): ๐ŸŒ Negara dengan Cadangan Nikel Terbanyak (Estimasi dalam juta ton) 1. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Cadangan: ±21 juta ton Keterangan: Merupakan produsen dan eksportir nikel terbesar dunia. Banyak digunakan untuk industri baterai kendaraan listrik. 2. Australia ๐Ÿ‡ฆ๐Ÿ‡บ Cadangan: ±20 juta ton Keterangan: Memiliki cadangan besar tetapi tidak sebanyak Indonesia dalam produksi tahunan. 3. Brasil ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ท Cadangan: ±16 juta ton Keterangan: Banyak proyek tambang besar sedang dikembangkan. 4. Rusia ๐Ÿ‡ท๐Ÿ‡บ Cadangan: ±7 juta ton Keterangan: Punya perusahaan besar seperti Norilsk Nickel. 5. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ Cadangan: ±4,8 juta ton Keterangan: Eksportir utama ke China, namun mengalami isu lingkungan. 6. Kuba ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡บ Cadangan: ±5 juta ton Keterangan: Salah satu pemasok penting untuk pasar global. 7. K...

"Pajak Tinggi, Tapi Rakyat Indonesia Masih Menderita: Mengapa Indonesia Tidak Sejahtera Seperti Negara Lain?"

Pajak Tinggi, Tapi Rakyat Menderita: Mengapa Indonesia Tidak Sejahtera Seperti Negara Lain? Indonesia adalah negara dengan sistem perpajakan yang cukup ketat . Dari pajak penghasilan, PPN, pajak kendaraan, hingga PBB, rakyat dibebankan berbagai jenis pajak untuk mengisi kas negara . Sayangnya, meskipun pajak terus meningkat, layanan yang diterima rakyat tidak sebanding. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Norwegia, Swedia, atau Jerman , yang juga memiliki pajak tinggi, rakyat mereka justru menikmati pendidikan gratis, layanan kesehatan berkualitas, dan jaminan sosial yang kuat. Lalu, mengapa di Indonesia pajak tinggi tetapi kesejahteraan rakyat masih jauh tertinggal? --- 1. Pajak Tinggi di Indonesia, Tapi Ke Mana Uangnya? Di banyak negara maju, pajak yang tinggi digunakan untuk membiayai layanan publik. Namun, di Indonesia, meskipun rakyat membayar banyak pajak, mereka masih harus membayar sendiri pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya. Beberapa fakta ...

Cinta Yang Ingin Kuteriakkan

By Nurish Hardefty  Ada cinta yang ingin kuteriakkan, tapi tertahan di antara tanggung jawab dan luka yang tak sempat kupulihkan. Bibirku bisu oleh ego, padahal hatiku menjerit, ingin dipeluk oleh seseorang yang mengerti rintih paling dalam itu. Sayang, andai kau tahu… bukan karena aku tak ingin mencintai, tapi karena aku takut mencintaimu lebih dari diriku sendiri. Aku lelah. Bukan pada cinta, melainkan pada hidup yang menolak memberi aku ruang untuk merasa bahagia sepenuhnya. Ada ibu yang sakit, ada tugas yang tak bisa kupaksa lenyap, sementara hasratku menjadi perempuan yang dicintai terus mengecil, tenggelam dalam rutinitas yang tak manusiawi. Haruskah aku memilih? Diriku sendiri, atau pengorbanan ini? Ataukah, tetap terdiam dalam dilema yang tak kunjung usai, dan membiarkan hatiku perlahan mati dalam senyuman yang dibuat-buat tiap pagi? --- The love I want to shout By Nurish Hardefty  There is a love that I want to cry out, but was held back between responsibilities and w...