Skip to main content

Aku Adalah Ibu dari Diriku Sendiri

By Nurish Hardefty 

Aku adalah ibu dari diriku sendiri
Aku lahir di Jakarta—
sebuah kota penuh lampu dan kesibukan—
namun peluk ibu tak tinggal di sana.

Usia enam tahun,
aku belajar merawat sendiri lukaku.
Tak ada yang bilang bahwa dunia ini kejam,
tapi aku tahu, sejak hari pertama aku menangis sendiri.

Ibuku,
memberiku baju,
memberiku uang,
namun tak memberiku dirinya.

Tak ada pangkuan,
tak ada cerita pengantar tidur,
tak ada arah dalam keremangan dunia.

Anak lain mengadu saat ketakutan,
aku mengadu pada tembok diam yang kusebut hati.
Aku dewasa dalam sunyi,
berpijak di tanah keras dengan kaki luka.

Dan ketika aku sukses,
orang berkata: "Anak siapa ini?"
Senyumku menjawab,
tapi hatiku hanya berkata:
"Aku anak diriku sendiri."

Kini aku dewasa
menjaga ibu yang tak pernah menjagaku.
Aku yang dulu sendirian—
kini belajar menjadi segalanya
bagi perempuan yang dulu tidak pernah ada hadirnya
dalam duniaku yang retak.

---

Comments

Popular posts from this blog

Siapa Negara Penghasil Nikel Terbesar ?

Negara-negara dengan sumber daya alam (SDA) nikel paling banyak di dunia bisa dilihat dari cadangan nikel terbukti dan juga produksi tahunan nikel. Berikut adalah daftar negara dengan cadangan nikel terbanyak (data per 2024): 🌍 Negara dengan Cadangan Nikel Terbanyak (Estimasi dalam juta ton) 1. Indonesia 🇮🇩 Cadangan: ±21 juta ton Keterangan: Merupakan produsen dan eksportir nikel terbesar dunia. Banyak digunakan untuk industri baterai kendaraan listrik. 2. Australia 🇦🇺 Cadangan: ±20 juta ton Keterangan: Memiliki cadangan besar tetapi tidak sebanyak Indonesia dalam produksi tahunan. 3. Brasil 🇧🇷 Cadangan: ±16 juta ton Keterangan: Banyak proyek tambang besar sedang dikembangkan. 4. Rusia 🇷🇺 Cadangan: ±7 juta ton Keterangan: Punya perusahaan besar seperti Norilsk Nickel. 5. Filipina 🇵🇭 Cadangan: ±4,8 juta ton Keterangan: Eksportir utama ke China, namun mengalami isu lingkungan. 6. Kuba 🇨🇺 Cadangan: ±5 juta ton Keterangan: Salah satu pemasok penting untuk pasar global. 7. K...

Derita di Tanah Air Beta

By Nurish Hardefty  Wahai Tanah Airku— yang dulu dipuja-puja dalam kidung, kini kau digadai dalam sunyi… oleh tangan-tangan penguasa yang hilang nurani! Raja kita... bukan lagi singa yang mengaum di tengah badai, melainkan bayang-bayang pucat yang hanya bisa berucap— "Tunggu arahan saya!" Dan Wapres kita... bukan dipilih oleh nurani hukum, melainkan disematkan oleh konspirasi diam-diam di ruang gelap konstitusi! Di ujung Timur— Raja Ampat kini bersimbah luka! Di Sulawesi dan Kalimantan, hutan ditebas, tanah dikeruk, lautan dibentang pagar demi tambang, DEMI TAMBAHAN KANTONG SI PENJUAL BANGSA! Tanah ini, yang harusnya jadi pusaka, telah menjadi dagangan murah untuk investor China! laut Tangerang dijual. Rempang diancam. Komodo ditukar izin. Lalu, mereka berkata… “Investasi demi kemajuan bangsa!” Sementara itu… ibu-ibu menangis di pasar, karena harga beras tak bisa dibeli oleh air mata. Buruh dirumahkan, anak-anak berhenti sekolah, dan kami... kami disuruh diam, tunduk, taat… p...

"Pajak Tinggi, Tapi Rakyat Indonesia Masih Menderita: Mengapa Indonesia Tidak Sejahtera Seperti Negara Lain?"

Pajak Tinggi, Tapi Rakyat Menderita: Mengapa Indonesia Tidak Sejahtera Seperti Negara Lain? Indonesia adalah negara dengan sistem perpajakan yang cukup ketat . Dari pajak penghasilan, PPN, pajak kendaraan, hingga PBB, rakyat dibebankan berbagai jenis pajak untuk mengisi kas negara . Sayangnya, meskipun pajak terus meningkat, layanan yang diterima rakyat tidak sebanding. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Norwegia, Swedia, atau Jerman , yang juga memiliki pajak tinggi, rakyat mereka justru menikmati pendidikan gratis, layanan kesehatan berkualitas, dan jaminan sosial yang kuat. Lalu, mengapa di Indonesia pajak tinggi tetapi kesejahteraan rakyat masih jauh tertinggal? --- 1. Pajak Tinggi di Indonesia, Tapi Ke Mana Uangnya? Di banyak negara maju, pajak yang tinggi digunakan untuk membiayai layanan publik. Namun, di Indonesia, meskipun rakyat membayar banyak pajak, mereka masih harus membayar sendiri pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya. Beberapa fakta ...