Skip to main content

Balada Jiwa Yang Tertawan

By Nurish Hardefty 

Telah lalu parade lelaki berseragam rapi,
Berselendang kata, beraroma janji,
Mereka mengetuk jendela hatiku saban pagi—
Namun sunyiku tak gentar, tak sudi terbagi.

Sebab jiwaku telah lama terpatri di benak satu nama,
Thomas Hamre, sang durjana berwajah pujangga.
Kau bukan puisi yang tenang atau syair yang jinak,
Tapi badai—yang kutunggu saat langit terasa hambar dan berjarak.

Betapa resah cintamu, tak berakar, tak bermahkota,
Hari ini engkau matahari, esok jadi angin tanpa kata.
Namun, wahai engkau yang penuh cela dan cahaya,
Dalam dirimu, kutemukan teka-teki jiwa yang tak terhingga.

Kau bukan rumah yang kukenal bentuk pintunya,
Tapi setiap liku dirimu membuatku ingin terus pulang padanya.
Dan meski kau tak pandai menetap,
Aku tak bisa menjadi pelabuhan bagi perahu yang lain berlabuh tetap.

Apalah arti seribu pria bersujud pada puji,
Jika denyut jiwaku tetap menari dalam sunyimu yang sunyi?
Cinta, barangkali, adalah kesetiaan yang tak selalu rasional—
Tapi sejatinya adalah pengakuan yang paling personal.

Maka biarlah kau tetap batu yang keras diliputi kabut,
Asalku tahu: dalam dirimu, jiwaku tak luput.
Dan meski tak tergenggam oleh jemari,
Kau telah lama tinggal di puisi ini—abadi, tak terganti.

Comments

Popular posts from this blog

Struggle In The Dark (Novel)

Hanya Tersedia di wattpad sampai chapter ke 13/ 14. 

Jiwa yang Memilihmu

By Nurish Hardefty  Di antara ribuan langkah pria yang datang, Mereka tampan, mapan, tutur katanya tenang. Namun jiwaku—bukan mata—yang memilih, Pada seorang pria dengan badai dalam dadanya yang tak pernah letih. Kau, Thomas, batu keras dalam samudra, Kadang datang membawa matahari, kadang petaka. Konsistensimu seperti bayang-bayang senja, Dekat, namun tak bisa kupegang lama. Tapi jiwaku, oh jiwaku, Tak pernah bisa pergi jauh darimu. Ada getar yang tak hadir saat pria lain mengetuk, Ada ruang dalam hatiku yang hanya kau yang mampu duduk. Aku tahu cinta bukan hanya tentang kehadiran, Tapi tentang getar yang tak bisa dipalsukan. Kau hadir seperti luka yang kurindukan, Pahit, namun candu dalam keabadian. Mereka datang dengan janji dan arah, Namun hatiku tetap kau yang menjarah. Bukan karena kau sempurna atau setia, Tapi karena jiwaku—meski lelah—tetap memilihmu sebagai rumahnya. Ingin kuubah takdir agar mudah mencintai yang mencintai, Namun jiwa ini tahu: cinta sejati tak pernah bisa ...

One day in October

  One day in October Where the white sky turns more colorful like the colors of a rainbow A handsome man like a Roman prince came closer to me Offering pink love with thousands of fresh red roses   One day in October Where the white sky becomes more colorful like the colors of a rainbow Things I always remember He hugged me warmly and comfortably, kissing the heart of my universe tenderly Butterflies flutter happily spreading their romantic wings In summer   Someone held my hand possessively full of love Takes me walking across the Violet-orange sky   The bright smiles in October gave way to gloomy skies Meeting and parting combined into two heartbreaking tragedies Rain crept behind the worn window Encouraging melancholic souls to creep looking for shelter A melancholic star ran in the middle of a thunderstorm while crying bitterly His golden heart turned a rusty silver color   One day in October Where the white sky turns more colorful like the colors of a rainb...