Skip to main content

She's like a flowers (Poems)

She was born like a flower
      Beautiful when it blooms with a distinctive fragrance on the face
      All eyes on her
      Interested and want to have it

      Thousands of hands approaching
      Just poke
      Just looking
      And not infrequently those who are desperate to pick it

      She is beautiful and smells good
      Very valuable to have
She's like a flowers 
      Lavender
      Rose
      Lily

      The sun and wind fall in love with them
      Then the rain doesn't want to lose
      He drops water as a sacrifice for his love.

      Flowers must grow
      Beautiful and fragrant

      A man's hand is approaching
      pluck it
      Take it home

      The man is happy to see and kiss her every day

      Flowers wither it's not fresh anymore
      Dry, odorless

      The man threw it away
      throw her in the dark bush
      Then take another fresh flower

      Withered flowers are also gloomy
      Crying because of a broken heart

      Why do you pluck me when I'm blooming?
      And you dump me when you're bored?

   Do I deserve your treatment?
   look at me
   My heart shattered into pieces
   Die in the black shadow
   Can't go back to bloom like before you plucked me

Poem by:

Nurish Hardefty

Comments

Popular posts from this blog

Struggle In The Dark (Novel)

Hanya Tersedia di wattpad sampai chapter ke 13/ 14. 

Jiwa yang Memilihmu

By Nurish Hardefty  Di antara ribuan langkah pria yang datang, Mereka tampan, mapan, tutur katanya tenang. Namun jiwaku—bukan mata—yang memilih, Pada seorang pria dengan badai dalam dadanya yang tak pernah letih. Kau, Thomas, batu keras dalam samudra, Kadang datang membawa matahari, kadang petaka. Konsistensimu seperti bayang-bayang senja, Dekat, namun tak bisa kupegang lama. Tapi jiwaku, oh jiwaku, Tak pernah bisa pergi jauh darimu. Ada getar yang tak hadir saat pria lain mengetuk, Ada ruang dalam hatiku yang hanya kau yang mampu duduk. Aku tahu cinta bukan hanya tentang kehadiran, Tapi tentang getar yang tak bisa dipalsukan. Kau hadir seperti luka yang kurindukan, Pahit, namun candu dalam keabadian. Mereka datang dengan janji dan arah, Namun hatiku tetap kau yang menjarah. Bukan karena kau sempurna atau setia, Tapi karena jiwaku—meski lelah—tetap memilihmu sebagai rumahnya. Ingin kuubah takdir agar mudah mencintai yang mencintai, Namun jiwa ini tahu: cinta sejati tak pernah bisa ...