Skip to main content

Suatu Hari di Bulan Oktober

 

Suatu hari di bulan Oktober
Dimana langit yang putih berubah menjadi lebih berwarna seperti warna pelangi
Seorang pria tampan seperti pangeran Romawi datang mendekatiku
Menawarkan cinta merah muda dengan ribuan mawar merah segar

Suatu hari di bulan Oktober
Dimana langit yang putih menjadi lebih berwarna seperti warna pelangi
Hal yang selalu saya ingat
Dia memelukku dengan hangat dan nyaman, mencium lembut hati semestaku
Kupu-kupu beterbangan gembira melebarkan sayap romantisnya
Di musim panas

Seseorang memegang tanganku dengan posesif penuh cinta
Membawaku berjalan melintasi langit jingga ungu

Senyum cerah di bulan Oktober berganti dengan langit yang suram
Pertemuan dan perpisahan digabungkan menjadi dua tragedi yang memilukan
Hujan merayap di balik jendela usang
Mendorong jiwa melankolis untuk merayap mencari perlindungan
Seorang bintang melankolis berlari di tengah badai petir sambil menangis dengan sedihnya
Hati emasnya berubah warna perak berkarat

Suatu hari di bulan Oktober
Dimana langit yang putih berubah menjadi lebih berwarna seperti warna pelangi

Senyum cerah di bulan Oktober berganti dengan langit yang suram
Pertemuan dan perpisahan digabungkan menjadi dua tragedi yang memilukan

Sosok pangeran Romawi terlintas dalam ingatanku
Air mata melankolis mengalir di pertahanan hatiku
Ini adalah lagu yang ingin saya nyanyikan
Pertemuan dan perpisahan digabungkan menjadi dua tragedi yang memilukan

Pada bulan Oktober…

 Poem by

Nurish Hardefty


Comments

Popular posts from this blog

Struggle In The Dark (Novel)

Hanya Tersedia di wattpad sampai chapter ke 13/ 14. 

Jiwa yang Memilihmu

By Nurish Hardefty  Di antara ribuan langkah pria yang datang, Mereka tampan, mapan, tutur katanya tenang. Namun jiwaku—bukan mata—yang memilih, Pada seorang pria dengan badai dalam dadanya yang tak pernah letih. Kau, Thomas, batu keras dalam samudra, Kadang datang membawa matahari, kadang petaka. Konsistensimu seperti bayang-bayang senja, Dekat, namun tak bisa kupegang lama. Tapi jiwaku, oh jiwaku, Tak pernah bisa pergi jauh darimu. Ada getar yang tak hadir saat pria lain mengetuk, Ada ruang dalam hatiku yang hanya kau yang mampu duduk. Aku tahu cinta bukan hanya tentang kehadiran, Tapi tentang getar yang tak bisa dipalsukan. Kau hadir seperti luka yang kurindukan, Pahit, namun candu dalam keabadian. Mereka datang dengan janji dan arah, Namun hatiku tetap kau yang menjarah. Bukan karena kau sempurna atau setia, Tapi karena jiwaku—meski lelah—tetap memilihmu sebagai rumahnya. Ingin kuubah takdir agar mudah mencintai yang mencintai, Namun jiwa ini tahu: cinta sejati tak pernah bisa ...

One day in October

  One day in October Where the white sky turns more colorful like the colors of a rainbow A handsome man like a Roman prince came closer to me Offering pink love with thousands of fresh red roses   One day in October Where the white sky becomes more colorful like the colors of a rainbow Things I always remember He hugged me warmly and comfortably, kissing the heart of my universe tenderly Butterflies flutter happily spreading their romantic wings In summer   Someone held my hand possessively full of love Takes me walking across the Violet-orange sky   The bright smiles in October gave way to gloomy skies Meeting and parting combined into two heartbreaking tragedies Rain crept behind the worn window Encouraging melancholic souls to creep looking for shelter A melancholic star ran in the middle of a thunderstorm while crying bitterly His golden heart turned a rusty silver color   One day in October Where the white sky turns more colorful like the colors of a rainb...