Skip to main content

Suatu Hari di Bulan Oktober

 

Suatu hari di bulan Oktober
Dimana langit yang putih berubah menjadi lebih berwarna seperti warna pelangi
Seorang pria tampan seperti pangeran Romawi datang mendekatiku
Menawarkan cinta merah muda dengan ribuan mawar merah segar

Suatu hari di bulan Oktober
Dimana langit yang putih menjadi lebih berwarna seperti warna pelangi
Hal yang selalu saya ingat
Dia memelukku dengan hangat dan nyaman, mencium lembut hati semestaku
Kupu-kupu beterbangan gembira melebarkan sayap romantisnya
Di musim panas

Seseorang memegang tanganku dengan posesif penuh cinta
Membawaku berjalan melintasi langit jingga ungu

Senyum cerah di bulan Oktober berganti dengan langit yang suram
Pertemuan dan perpisahan digabungkan menjadi dua tragedi yang memilukan
Hujan merayap di balik jendela usang
Mendorong jiwa melankolis untuk merayap mencari perlindungan
Seorang bintang melankolis berlari di tengah badai petir sambil menangis dengan sedihnya
Hati emasnya berubah warna perak berkarat

Suatu hari di bulan Oktober
Dimana langit yang putih berubah menjadi lebih berwarna seperti warna pelangi

Senyum cerah di bulan Oktober berganti dengan langit yang suram
Pertemuan dan perpisahan digabungkan menjadi dua tragedi yang memilukan

Sosok pangeran Romawi terlintas dalam ingatanku
Air mata melankolis mengalir di pertahanan hatiku
Ini adalah lagu yang ingin saya nyanyikan
Pertemuan dan perpisahan digabungkan menjadi dua tragedi yang memilukan

Pada bulan Oktober…

 Poem by

Nurish Hardefty


Comments

Popular posts from this blog

"Pajak Tinggi, Tapi Rakyat Indonesia Masih Menderita: Mengapa Indonesia Tidak Sejahtera Seperti Negara Lain?"

Pajak Tinggi, Tapi Rakyat Menderita: Mengapa Indonesia Tidak Sejahtera Seperti Negara Lain? Indonesia adalah negara dengan sistem perpajakan yang cukup ketat . Dari pajak penghasilan, PPN, pajak kendaraan, hingga PBB, rakyat dibebankan berbagai jenis pajak untuk mengisi kas negara . Sayangnya, meskipun pajak terus meningkat, layanan yang diterima rakyat tidak sebanding. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Norwegia, Swedia, atau Jerman , yang juga memiliki pajak tinggi, rakyat mereka justru menikmati pendidikan gratis, layanan kesehatan berkualitas, dan jaminan sosial yang kuat. Lalu, mengapa di Indonesia pajak tinggi tetapi kesejahteraan rakyat masih jauh tertinggal? --- 1. Pajak Tinggi di Indonesia, Tapi Ke Mana Uangnya? Di banyak negara maju, pajak yang tinggi digunakan untuk membiayai layanan publik. Namun, di Indonesia, meskipun rakyat membayar banyak pajak, mereka masih harus membayar sendiri pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya. Beberapa fakta ...

Siapa Negara Penghasil Nikel Terbesar ?

Negara-negara dengan sumber daya alam (SDA) nikel paling banyak di dunia bisa dilihat dari cadangan nikel terbukti dan juga produksi tahunan nikel. Berikut adalah daftar negara dengan cadangan nikel terbanyak (data per 2024): 🌍 Negara dengan Cadangan Nikel Terbanyak (Estimasi dalam juta ton) 1. Indonesia 🇮🇩 Cadangan: ±21 juta ton Keterangan: Merupakan produsen dan eksportir nikel terbesar dunia. Banyak digunakan untuk industri baterai kendaraan listrik. 2. Australia 🇦🇺 Cadangan: ±20 juta ton Keterangan: Memiliki cadangan besar tetapi tidak sebanyak Indonesia dalam produksi tahunan. 3. Brasil 🇧🇷 Cadangan: ±16 juta ton Keterangan: Banyak proyek tambang besar sedang dikembangkan. 4. Rusia 🇷🇺 Cadangan: ±7 juta ton Keterangan: Punya perusahaan besar seperti Norilsk Nickel. 5. Filipina 🇵🇭 Cadangan: ±4,8 juta ton Keterangan: Eksportir utama ke China, namun mengalami isu lingkungan. 6. Kuba 🇨🇺 Cadangan: ±5 juta ton Keterangan: Salah satu pemasok penting untuk pasar global. 7. K...

"I am worth more than someone who cannot fight for me."

Life often offers happiness only briefly before taking it away in the most painful way. I have experienced many things that may be difficult for some to understand—love that arrives with hope, only to leave behind wounds that are hard to heal. In early 2018, a Hungarian man named Zoltan Furedi managed to break through the walls of my proud heart. He was persistent, making me feel unconditionally loved in his own way. But fate had other plans. He left forever in 2020, leaving a deep hole in my heart. The grief I felt was overwhelming, and for months, I was consumed by sorrow. I cannot explain everything here, but his passing left me with immense regret and guilt. When I began to make peace with that loss, my best friend, "Thomas," whom I had loved since 2015, returned, offering to fill the emptiness in my heart. We tried to rebuild a relationship that had previously failed, despite the distance separating us. But long-distance love doesn’t always go as hoped. Thomas, the Norwe...